Tema : Peran Mahasiswa Teknik Pengelasan Terhadap Almamater PPNS
Judul : Mahasiswa Unggul Dari Teknik Pengalasan Untuk Kampus Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya
Mahasiswa adalah pemuda yang mempunyai peran besar dalam menentukan arah perbaikan bangsa ini. Sebagai manusia yang lebih tercerahkan dibandingkan kelompok masyarakat lainnya, sebagai mahasiswa Teknik Pengelasan seharusnya mempunyai kepekaan dan kepedulian terhadap kondisi di kampusnya. Kepekaan dan kepedulian terhadap kondisi kampusnya ini harus berdasarkan suatu pemahaman atau pengetahuan yang nantinya dapat mendasari mahasiswa dalam bergerak. Mahasiswa Teknik Pengelasan harus mempunyai pemahaman keilmuaan yang holistik, artinya berpengatahuan luas. Namun tidak cukup sebatas berpengetahuan luas saja, melainkan harus mempunyai kemampuan (skill), visi, karakter, jauh lebih maju dibandingkan kebanyakan masyarakat pada saat ini. Karena itu, mahasiswa Teknik Pengelasan harus sadar akan tanggung jawab dan konsekuensi moralnya ini, sehingga kaum intelektual ini harus berlomba-lomba untuk berprestasi: mempunyai pencapaian diatas rata-rata kebanyakan manusia dengan kelebihan masing-masing. Tumbuhnya semangat maju dan berprestasi, berdasarkan fakta dan banyak pengalaman, bermula dari organisasi mahasiswa. Organisasi mahasiswa menjadi bagian vital dalam dunia akademik kampus yang membantu perguruan tinggi mencetak intelektual muda unggul.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan mahasiswa untuk mencapai prestasi yang optimal, yaitu inteligensi, kepribadian, lingkungan kampus, dan lingkungan rumah.Seperti apa yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa mahasiswa dapat berprestasi atau kah tidak akan ditentukan oleh faktor internal dan eksternal, faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam dirinya sendiri. Sedangkan faktor eksternal adalah yang berasal dari luar dirinya. Faktor internal, menurut banyak ahli merupakan penentu dari kesuksesan seorang mahasiswa mencapai prestasi optimal. Sedangkan faktor eksternal mempengaruhi pencapaian mahasiswa, namun hanya sebatas mempengaruhi tidak menentukan. Faktor internal yang dimaksud adalah contohnya motivasi, semangat, dorongan dari dalam diri untuk berprestasi. Kesadaran untuk berprestasi diatas rata-rata yang nantinya akan memunculkan motivasi, semangat, dan dorongan didalam dirinya. Motivasi tersebut hanya akan mencapai sasaran jika mahasiswa menemukan cara bagaimana mencapai targetnya. Oleh karena itu, pemahaman tentang bagaimana mencapai target atau prestasi yang diinginkan harus dipunyai setiap mahasiswa. Pemahaman tentang diri sendiri, pemahaman tentang manajemen diri, manajemen waktu, dan penentuan prioritas dan juga life mapping sangat perlu dikuasai oleh setiap mahasiswa agar mereka tahu cara dan jalan mencapai prestasi yang mereka inginkan. Seperti juga yang telah dijelaskan pada paragraph sebelumnya, bahwa kemampuan dalam mengatur dirinya, terutama bagi mahasiswa yang dianggap telah mandiri dan dewasa, merupakan hal yang sangat penting untuk mendukung pencapaian target prestasi mereka.
Selain faktor internal, faktor eskternal berpengaruh terhadap motivasi mahasiswa untuk berprestasi, diantaranya adalah lingkungan, baik lingkungan kampus, lingkungan pergaulan, maupun keluarga. Lingkungan kampus, berupa amosfer akademik yang tinggi, iklim belajar dan beprestasi yang tinggi, yang dibangun oleh setiap elemen yang ada di kampus akan sangat menentukan seberapa besarkah motivasi beprestasi pada setiap individu mahasiswanya. Jika amosfer, iklim, dan budaya prestatif telah ada di lingkungan kampus, setiap mahasiswa yang baru masuk kedalam kampus tersebut, sudah dapat dipastikan mereka akan langsung termotivasi untuk juga berprestasi seperti mahasiswa kebanyakan dikampus tersebut. Pergaulan atau pertemanan juga sangat mempengaruhi seseorang dalam bertingakah laku, berpikir, dan berucap. Banyak orang mengatakan “jika kamu ingin menjadi enginer maka bergaulan dengan enginer, jika kamu ingin menjadi guru bergaullah dengan guru, dan jika kamu ingin menjadi orang sukses maka bergaullah dengan orang-orang sukses”. Dengan siapa kita bergaul, dengan siapa kita berteman, pasti akan mempengaruhi pola pikir dan tindak tanduk kita. Jika mahasiswa dapat berteman dengan mahasiswa lain yang mempunyai berorientasi prestasim, dapat dipastikan bahwa mahasiswa tersebut akan ikut terpengaruh, minimal ingin beprestasi seperti teman-temannya atau bahkan melebihi teman-temannya itu. Mahasiswa tersebut akan termotivasi melihat teman-temannya yang lain. Cara pandang, sikap, dan karakter prestatif dalam diri mahasiswa pun akan terbangun karena lingkungan pertemanan atau pergaulannya mendukung hal tersebut tercapai.
Mulailah menumbuhkan semangat bepretasi dari dalam diri. Karena semangat kuat untuk menggapai prestasi bermula dari dalam diri sendiri, dan itulah yang akan menentukan apakah kita akan mempunyai prestasi atau tidak. Diri sendirilah juga yang akan menggerakan kita menjadi mahasiswa yang biasa saja, seperti kebanyakan kita, ataukah akan melejit diatas rata-rata kita, menjadi mahasiswa yang punya prestasi. Prioritaskan memperbaiki diri sebelum memperbaiki sistem. Perbaikan diri adalah modal untuk memperbaiki sistem. Sistem yang baik dibuat dan dijalankan oleh individu yang baik. Semuanya berawal dari pembinaan diri. Perbaikan diri.
Kapasitas berbanding lurus dengan kontribusi. Ibarat sebuah gelas, semakin besar ukuran gelas akan semakin besar jumlah air yang bisa ia tampung dan berikan. Semakin besar dan banyak ilmu seseorang, semakin besar kontribusi dan kemanfaatannya bagi sesama.
Teruslah belajar dan berkontribusi untuk kejayaan almamater PPNS dan bangsa Indonesia.
HIDUP MAHASISWA!!!
VIVAT TL !!!
WE BROTHERS!!!!

